ORGAN REPRODUKSI PRIA: Kenali Lebih Dekat

 Masih ingat pelajaran Biologi waktu sekolah? Bab reproduksi selalu menjadi bab favorit yang paling ditunggu sejak SMP hingga SMA :). Waktu itu rasa penasaran pingin tahu yang membuat bab ini menjadi favorit. Motivasi tak sadarnya adalah terjadinya reaksi biokimia dalam tubuh karena sekresi hormon sex yang meluap saat remaja.
Kalau sekarang sih sudah tau luar dalam, baik punya sendiri maupun punya orang lain. He he he …
Ok. Tulisan ini hanya berfungsi sebagai reminder saja, karena saya berencana menulis khusus tags seksologi mulai tips-tips seksologi, cara merancang jenis kelamin anak, hingga kemajuan teknologi yang berkaitan dengan seksologi. Jadi biar inget kalo nantinya ada istilah-istilah yang relevan.
Saya mulai dari organ vital kaum pria dulu. Langsung saja lihat gambar. Itulah skema penampang samping organ kelamin pria. Kenapa kok skema? Ya iya lah! Kalo tak cantumkan foto aslinya blog ini bisa di banned karena melanggar TOS nya Uncle Goog. Kalo tak cantumkan foto irisan aslinya (asli bener orang diiris!) nanti pada muntah lagi! Kalo mau yang real yang dicek aja punya sendiri! He he he …


Secara garis besar organ kelamin pria dibedakan atas dua bagian, yaitu: bagian dalam yang gak keliatan dan bagian luar yang Anda (atau patner Anda) lihat setiap hari. Bagian dalam terdiri atas:
- Testes/buah zakar (bacanya: testis), normalnya berjumlah 2 buah/sepasang seperti penthol bakso, dan tersimpan dalam suatu kantung pelindung yang disebut skrotum (kantong buah zakar), dan (harus) terletak menggantung di luar rongga perut. Mengapa harus di luar rongga perut? Saya akan jelaskan hal ini pada postingan berikutnya. Nah pada testis inilah dibentuk sel kelamin jantan (spermatozoa) dan juga hormon kelamin jantan yaitu testosteron. Testis yang berbentuk bulat ini sebenarnya disusun oleh pembuluh halus disebut tubulus seminiferus yang saling muntel gak karuan. Bayangkan seperti benang yang diuntel-untel sehingga membentuk bangun seperti bola. Bisa kan?
- Epididimis, berupa saluran panjang berkelok kelok yang terdapat di dalam skrotum yang keluar dari testis. Setiap testis mempunyai satu epididimis, sehingga jumlahnya sepasang, kanan dan kiri. Di dalam epididimis ini sperma disimpan untuk sementara dan agar menjadi matang (kaya masakan aja!) dan dapat bergerak.
- Vas deferens, merupakan saluran lanjutan dari epididimis. Bagian ujung saluran ini bermuara pada kelenjar prostat. Vas deferens berfungsi sebagai jalan sperma dari epididimis ke kantung sperma (vesicula seminalis).
Selain bagian-bagian tersebut, alat reproduksi pria dilengkapi dengan berbagai kelenjar yang menghasilkan cairan, antara lain: vesicula seminalis (kantung sperma), kelenjar prostat, kelenjar bulbo uretra, dan kelenjar Cowper. Nah, sel-sel sperma bersama cairan yang diproduksi oleh para kelenjar tadi akan membentuk suatu komponen yang disebut mani/semen (baca: simen). Semen ini akan dipancarkan keluar melalui urethra saat ejakulasi. Urethra adalah saluran di sepanjang pangkal penis hingga ke ujungnya. Fungsinya mengalirkan urine saat pipis, dan juga sebagai saluran keluarnya semen saat ejakulasi. Jadi, urethra adalah saluran yang praktis karena sifatnya two in one :). Tentu saja saluran tadi tidak bisa dilewati bersamaan.

Sedangkan alat reproduksi pria bagian luar cuma terdiri dari dua bagian, yaitu: penis dan skrotum. Penis merupakan alat utama punya pria yang sangat penting digunakan saat ML (making love). Bagian dalam penis terdapat uretra berupa saluran yang dikelilingi oleh jaringan yang banyak mengandung kapiler darah yang disebut korpus cavernosum. Penting untuk diketahui para pria bahwa korpus cavernosum inilah yang bertanggungjawab sepenuhnya membangkitkan kejantanan kaum pria. Kok bisa? Iya, prosesnya kira-kira gini. Kalo seorang pria memperoleh rangsangan visual, misalnya melihat gambar atau bodi lawan jenis yang semlohai, maka sistem saraf otonom (simpatetik/parasimpatetik) akan mengirimkan impuls perintah sedemikian rupa sehingga menyebabkan jalinan kapiler pada korpus cavernosum mengalami vasodilatasi (melebar) sehingga meningkatkan aliran dan volume darah di daerah tersebut. Sementara di bagian lain aliran darah dihambat karena mengalami vasokonstriksi (penyempitan). Akibatnya terjadilah pengembangan, pembesaran, dan tegaknya penis yang dikenal dengan istilah ereksi. Inilah tahap rangsangan yang ready for fight! Nah, karena proses ini dipengaruhi saraf otonom, maka Anda tidak bisa mengendalikan ulahnya. Artinya Anda tidak bisa memerintahkan semau sendiri agar dia ‘bangun’ atau ‘tidur’ lagi. Jadi kalau dia mau bangun ya biar aja. Toh nanti juga tidur sendiri. Yang jelas lebih baik banyak tidur daripada banyak bangun. Lho, memangnya ada yang bangun terus gak mau tidur? O, ada. Kapan-kapan saya tulis tentang ini.
Terakhir, organ bagian luar adalah skrotum/kantong buah zakar. Fungsinya ya membungkus testis/buah zakar agar tetap di tempat dan tidak kemana-mana. Percaya gak, dari nama dua bola kecil inilah muncul nama Zakaria. Trus, kenapa gak muncul nama Vaginawati ya?

Related Posts by Categories




2 komentar:

Obat Pembesar mengatakan...

makasih gan... tulisannya.

Anonim mengatakan...

Baca artikel anda saya jadi mengerti sekaligus lucu...di tunggu yang selanjutnya...o ya,saya penasaran bagaimana proses terjadinya sperma...kapan kapan di bahas ya.

Poskan Komentar

Jika merasa artikel yang telah Anda baca bermanfaat, silahkan meninggalkan komentar